Ayo Lestarikan Hutan Indonesia
Let us support and preserve Indonesia's forests.
Sabtu, 18 Februari 2012
Kamis, 16 Februari 2012
Alfred Russel Wallace
Kepulauan Indonesia dipisahkan menjadi dua bagian oleh suatu garis maya. Seorang pakar biologi dari Inggris, Alfred Russel Wallace, mendeskripsikan garis ini pertama kali pada akhir tahun 1850-an (Wallace, 1859). Wallace mengamati bahwa burung-burung yang ada di satu pulau tidak terdapat di pulau lainnya yang jaraknya hanya 40 km. Ia kemudian menemukan bahwa pola yang menakjubkan ini juga berlaku bagi spesies tumbuhan dan binatang lainnya yang jumlahnya tidak terhitung. Misalnya, pohon-pohon Dipterocarpaceae yang merupakan spesies yang sangat umum di hutan-hutan dataran rendah Indonesia menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok di antara dua kawasan yang terpisahkan oleh Garis Wallace.
Lebih dari 287 spesies ditemukan di Pulau Kalimantan, sementara hanya 7 spesies terdapat di 80 km ke arah timur Sulawesi, pada ketinggian yang sama. Garis ini, yang sekarang menggunakan nama Alfred Wallace, dibuat berdasarkan dangkalan laut dalam yang memotong antara Bali dan Lombok, dan ke arah utara memisahkan Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi. Hanya sedikit spesies yang ditemukan di satu sisi Garis Wallace dapat ditemukan di sisi lainnya.
Wallace menyatakan teorinya bahwa spesies yang ada di sebelah barat Bali berasal dari Asia, sebaliknya spesies yang ada di sebelah timur Bali tampaknya berasal dari Australia. Pembagian spesies yang menarik ini merupakan salah satu sumber utama keanekaragaman hayati Indonesia yang menakjubkan. Bahkan isolasi kepulauan Indonesia yang begitu panjang, yang terbentang lebih dari 4.800 kilometer, telah menciptakan kisaran spesies yang sangat beragam. Indonesia menduduki urutan ke lima negara terkaya di dunia dalam hal keanekaragaman tumbuhan, mamalia, burung, dan reptilia (CI, 2001).
Beliau dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi.
Beliau dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi.
Selasa, 14 Februari 2012
Cara Mengurangi Pemanasan Global yang Dapat Anda Lakukan.
![]() |
Pembakaran bahan bakar fosil seperti gas alam, batubara, minyak dan
bensin akan menaikkan tingkat karbon dioksida di atmosfer. Karbon
dioksida adalah penyumbang utama efek rumah kaca dan pemanasan global.
Namun anda dapat membantu untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,
yang pada gilirannya mengurangi pemanasan global, dengan menggunakan
energi lebih bijaksana.
GAS rumah
kaca (GRK) sebenarnya muncul secara alami di lingkungan. GRK adalah
gas-gas seperti CO2, N2O, CH4 yang ada di atmosfer yang menyebabkan
efek rumah kaca. Efek rumah kaca (ERK) adalah kenaikan suhu akibat
pantulan panas dari bumi diperangkap oleh GRK. Dalam keadaan normal dan
seimbang, ERK ini amat berguna bagi kehangatan di bumi sehingga
kehidupan nyaman. Tanpa GRK dan ERK yang normal dan seimbang,
temperatur rata-rata bumi akan menjadi 33 derajat Celsius lebih dingin.
Akan tetapi, sekarang konsentrasi GRK menjadi lebih banyak akibat ulah
manusia, seperti pembakaran bahan bakar minyak, penggundulan hutan,
serta menimbun sampah sehingga berdampak terjadinya pemanasan global.

Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa.
Pemanasan
global adalah peristiwa peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi
akibat peningkatan jumlah emisi GRK di atmosfer. Pemanasan ini akan
diikuti dengan perubahan iklim, seperti peningkatan curah hujan di
beberapa belahan bumi sehingga menimbulkan bencana banjir dan longsor.
Sebaliknya di belahan bumi yang lain mengalami musim kering yang
berkepanjangan. Berikut adalah tindakan sederhana yang dapat anda
lakukan untuk membantu mengurangi pemanasan global.
- Reduce, Reuse, Recycle
Apakah
anda pernah ambil bagian untuk mengurangi limbah dengan memilih produk
yang dapat digunakan kembali, daripada yang sekali pakai (reuse = menggunakan kembali) . Membeli produk dengan kemasan minimal, termasuk ukuran ekonomi akan membantu untuk mengurangi limbah (reduce = mengurangi). Dan kapan pun anda bisa, daur ulang kertas, plastik, koran, gelas dan kaleng aluminium dari sampah anda (recycle
= daur ulang). Dengan daur ulang setengah dari sampah rumah tangga
Anda, maka Anda dapat mengurangi hingga 1,2 ton karbon dioksida (CO2)
per tahun.

- Mengganti Bolam Lampu
Ganti
bola lampu pijar anda dengan lampu neon kompak (CFL= compact
fluorescent light). Mengganti bola lampu pijar dengan CFL akan
menghemat usia pakai bola lampu. CFL juga tahan 10 kali lebih lama
daripada lampu pijar, menggunakan dua-pertiga energi lebih sedikit, dan
melepaskan panas 70 persen lebih sedikit.
- Hemat Listrik, Saklar ”Off”
Menghemat
listrik dan mengurangi pemanasan global dengan mematikan lampu ketika
anda meninggalkan ruangan, dan menggunakan cahaya hanya sebanyak yang
anda butuhkan. Dan ingat untuk mematikan televisi, video player, stereo
dan komputer saat anda tidak menggunakan mereka. Ini juga merupakan ide
bagus untuk mematikan air ketika anda tidak menggunakannya. Sementara
menyikat gigi, keramas atau mencuci kendaraan anda, matikan air sampai
anda benar-benar membutuhkannya. Anda akan mengurangi tagihan air dan
membantu untuk melestarikan sumber daya vital.
- Menanam Pohon
Jika
anda memiliki lahan untuk menanam pohon, mulailah menggali. Selama
fotosintesis, pohon dan tanaman lain menyerap karbon dioksida dan
mengeluarkan oksigen. Mereka adalah bagian integral dari siklus
pertukaran atmosfer alami di Bumi, tetapi terlalu sedikit jumlah pohon
untuk sepenuhnya melawan peningkatan karbon dioksida yang disebabkan
oleh lalu lintas mobil, industri dan kegiatan manusia lainnya. Keberadaan
pepohonan berfungsi untuk menjaga keseimbangan pasokan air dan juga
menjaga kualitas udara dengan menyerap polutan udara seperti CO2 yang
dapat mengurangi kadar GRK. Pohon adalah pabrik oksigen bagi makhluk
hidup. Satu pohon besar dapat menyumbangkan oksigen untuk dua orang, sebuah pohon tunggal akan menyerap sekitar satu ton karbon dioksida selama masa hidupnya.
Akar pohon berfungsi menyerap dan menyimpan air sehingga membantu kita
terhindar dari banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.
Pepohonan yang rindang dapat berfungsi sebagai AC alami karena dapat
menurunkan suhu udara di sekitarnya.
- Mendorong Orang Lain untuk Melestarikan
Berbagi
informasi tentang daur ulang dan konservasi energi dengan teman,
tetangga dan rekan kerja. Termasuk mendorong pejabat publik untuk
menetapkan program dan kebijakan yang baik untuk lingkungan. Setidaknya
llangkah ini akan dapat membawa ke arah mengurangi penggunaan energi.
- Mengemudi dengan Cerdas
Hindari
perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong
jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan
pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah
jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi
energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap
keluar sementara bahan bahan bakar terpakai. Mobil menggunakan BBM
yang sisa pembakaranya banyak menghasilkan karbondioksida,lebih baik
jika perjalanan dekat kita berjalan kaki atau bersepeda saja,itu dapat
mengurangi gas penyebab pemanasan global,hemat energi dan lebih
sehat,kalau memaang terpaksa menggunakan kendaraan bermotor pakailah
yang irit bbm dan sudah lulus standart emisi.
- Gunakan Pupuk Organik
Pupuk
yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen, yang
kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK 320 kali lebih
besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik.
Disamping aman, murah pula.
Langkah-langkah ini akan
membawa anda jauh ke arah mengurangi penggunaan energi. Menggunakan
energi kurang, berarti mengurangi ketergantungan dari bahan bakar fosil
yang menciptakan gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap
pemanasan global.
Senin, 13 Februari 2012
Ayo Lestarikan Hutan Indonesia
Penebangan hutan yang terus terjadi, pembukaan lahan baru untuk kegiatan ekonomi banyak dilakukan di Indonesia sayangnya pemerintah tidak dapat mengontrol hal tersebut. Hutan merupakan paru-paru dunia. Kerusakan hutan yang terus terjadi telah mengakibatkan malapetaka dan bencana yang menelan korban harta dan jiwa yang tidak sedikit, seperti musibah kebakaran dan kekeringan pada musim kemarau, banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Kerusakan hutan di Indonesia tidak hanya terjadi pada hutan alam tetapi juga telah terjadi pada hutan lindung.
Hutan sangat penting untuk menyerap gas rumah kaca akibat kegiatan ekonomi, dampak yang sudah terasa secara menyeluruh adalah pemanasan global dan perubahan iklim..
Misi
Mari bersama-sama mengajak masyarakat luas untuk melestarikan hutan, mari kita hijaukan bumi kita. Agar tata lingkungan hidup terjamin kelestariannya, maka pengurusan hutan lindung yang berkelanjutan harus menampung dinamika aspirasi dan peran serta masyarakat, adat dan budaya, serta tata nilai masyarakat berdasarkan pada norma hukum lokal dan nasional agar pendayagunaannya dilakukan seoptimal mungkin bagi kesejahteraan umat manusia.
Mari kita lestarikan lingkungan hidup kita untuk anak cucu kita di masa yang akan datang.
Langganan:
Postingan (Atom)




